Sebagai Babywearing Consultant / Educator, saya menimba ilmu tidak hanya ilmu menggendong, tetapi juga bagaimana kita berbicara sebagai seorang konsultan.
There’s a reason why, kenapa Narrow Based Carrier (seperti ilustrasi pada postingan sebelum ini) tidak direkomendasikan. Alasannya cukup panjang, saya ngga pandai membuat infografis, tapi ajak saya ngopi, akan saya jelaskan panjang lebar.
Pilihan akan selalu berada pada penggendong, bukan saya yang memilih gendongan untuk anda. Porsi saya jelas, saya hanya akan menjelaskan, bila anda bertanya.
Apa itu “mom-shaming” dan “carrier-shaming”? Ini adalah bentuk penyampaian yang membuat lawan bicara menjadi merasa tertekan, di-judge, disalahkan, dijelekkan, dll, alih alih ingin lawan bicara mendapatkan pencerahan.
Kenapa bisa terjadi? Karena pembicara mendapatkan ilmunya hanya sebagian, tidak secara keseluruhan, termasuk ilmu bagaimana cara penyampaian. Media penyampaian pun berpengaruh dalam kualitas informasi yang ingin disampaikan.
Yes, hal terakhir yg para ibu inginkan adalah di-judge.
I don’t want to judge, and I believe you will choose the best for you and your baby. All I can is giving you options, like this picture from @carryingmatters .. bisa menjadi opsi untuk memaksimalkan gendongan Narrow Based Carrier yang anda miliki. Bonding dan segala manfaat didapat dari proses menggendong itu sendiri, apapun jenis gendongannya. Selalu ingat prinsip TICKS. Dengan bantuan kain penopang (bisa menggunakan selendang jarik) “Tight” akan didapat. Kenyamanan duduk ala sofa pun didapat.
Perfect illustration, thank you Dr Rosie Knowles.


No responses yet