Skip to content
WRAP
- Berupa kain panjang dengan lebar 70 cm.
- Melilit tubuh penggendong dan bayi sebanyak tiga kali.
Woven Wrap
- Kain tenun, tidak melar.
- Teknik lilit dasar: Front Wrap Cross Carry (FWCC) = cara menentukan base size.
- Sangat nyaman. Melilit sempurna ke berbagai ukuran tubuh bayi dan penggendong.
- Kuat menopang beban berat karena tidak ada jahitan sambungan.
- Banyak ragam posisi gendong. Banyak ragam teknik lilit.
- Perlu berlatih proses melilit.
- Terkesan merepotkan karena kain panjang.
- Karena 3 lapis lilita, mungkin agak panas.
Stretchy Wrap
- Kain dengan campuran bahan elastine (melar).
- Biasanya panjang sekitar 4,5 m.
- Hanya bisa satu posisi dan 1 teknik lilit: Pocket Wrap Cross Carry / PWCC.
- Ada versi Instant Stretchy Wrap, tanpa proses melilit. Dijual dengan berbagai ukuran.
- Sangat nyaman. Melilit dengan sempurna ke berbagai ukuran tubuh bayi dan penggendong. Terasa lembut bagi bayi kecil / newborn.
- Bayi mudah masuk-keluar tanpa perlu membongkar lilitan.
- Perlu berlatih proses melilit.
- Terkesan merepotkan karena kain panjang.
SLING
- Berupa kain panjang sekitar 2 meter lebih.
- Melilit tubuh penggendong dan bayi sebanyak satu kali secara diagonal.
- Ukuran lebar bervariasi 70 cm – 1 meter.
Selendang Jarik
- Murah, mudah didapat, praktis, kuat.
- Proses simpul dapat menggunakan Simpul Jangkar (slipknot), atau Simpul Mati (double knot), atau 2 buah Ring untuk menjadi Ring Sling.
- Terasa pegal bila bayi bertambah berat.
- Disarankan bergantian bahu agar tidak pegal.
Ring Sling
- Seperti selendang, dengan 2 buah cincin / ring yang dijahit di ujung kain.
- Mudah pemakaian
- Terasa pegal bila bayi bertambah berat
Pouch Sling
- Seperti selendang yang kedua ujungnya dijahit.
- Biasa dijual dengan bermacam ukuran. Ukuran tergantung diagonal tubuh penggendong.
- Ringkas, cepat dan mudah pemakaian
- Kurang aman & kurang nyaman bila ukuran tidak sesuai.
- Kurang aman bila bahan melar.
- Terasa pegal bila bayi bertambah berat.
Asian-Style Carrier
- Gendongan yang berasal dari beberapa daerah di Asia.
- Ragam gendongan ini mulai dikenal di Indonesia.
Mehdai
- Berasal dari budaya Cina dan sekitarnya.
- Body panel, bisa diatur panjang lebarnya (tergantung merk). Dua kain pendek untuk melilit pinggang, dua kain panjang melilit tubuh belakang dan depan.
- Merupakan bentuk tradisional dari jenis gendongan Soft Structure Carrier / SSC.
- Nyaman seperti Woven Wrap.
- Lebih praktis daripada Woven Wrap.
- Perlu sedikit berlatih proses melilit.
- Produsen lokal jarang produksi.
Onbuhimo Buckle
- Berasal dari Jepang yang berarti ’gendong belakang’.
- Ada body panel. Dua shoulder pad di bahu.
- Anatominya sangat mirip dengan Tas Ransel.
- Biasa digunakan posisi gendong belakang.
- Direkomendasikan untuk bayi yang sudah bisa duduk mandiri (sekitar di atas 6 bulan).
- Praktis
- Perlu waktu untuk melancarkan cara pakai.
- Bisa jadi kurang nyaman ketika beban bayi hanya ditopang pada kedua bahu.
Buckle Carrier
- Gendongan bahan kain yang berstruktur.
- Ada jahitan, diberi pengatur (adjuster) dan gesper sodok plastik (buckle).
Soft Structure Carrier (SSC)
- Tidak ada pengaturan pada body panel.
- Masa pakai kurang lebih untuk usia bayi 6 – 24 bulan.
- Kedua shoulder pad, waist pad, tinggi-rendah dan lebar-sempit chest buckle diatur sesuai ukuran tubuh penggendong agar.
- Terasa kokoh untuk anak yang banyak bergerak.
- Praktis, mudah dan cepat pemakaian.
- Relatif lebih murah dari Adjustable SSC.
- Belum tentu nyaman pada ukuran tubuh penggendong ekstrim kurus / gemuk.
Adjustable Soft Structure Carrier (Adjustable SSC)
- Hampir sama seperti SSC. Bedanya ada di body panel.
- Ada pengaturan pada body panel untuk mengatur tinggi-rendah dan lebar-sempit dudukan sesuai ukuran tubuh dan kedua lebar lipatan lutut bayi (disebut knee-to-knee).
- Masa pakai kurang lebih usia bayi 1 – 36 bulan. Pengaturan body panel ini disebut adjustable/cinchable.
- Ada beberapa merk punya fitur bisa gendong depan hadap luar (selalu ikuti petunjuk buku manual).
Hip Seat Carrier
- Hampir sama seperti SSC. Beda pada body panel.
- Ada ‘tempat duduk’ bagi bayi, disebut Hip Seat.
- Ada body panel / harness yang bisa lepas-pasang dari Hip Seat.
- Bentuk dan luas Hip Seat bervariasi tergantung merk.
- Awal diciptakan untuk ‘alat bantu’ gendong samping, periode bayi yang sering minta gendong–turun (fase merangkak maupun berjalan).
- Direkomendasikan pemakaian Hip Seat pada bayi yang sudah bisa duduk mandiri (usia bayi di atas 6 bulan) untuk meminimalisir risiko.
- Bisa untuk hadap dalam dan hadap luar.
- Bisa dipakai Hip Seat-nya saja, lebih praktis.
- Bulky / makan tempat.
- Masa pakai relatif lebih pendek dibanding Adjustable SSC. Bila kaki bayi menjuntai turun, bisa menjadi tidak nyaman bagi bayi maupun penggendong.
- Ada potensi sambungan Hip Seat dengan body panel terlepas (bahaya jatuh).