KODRAT BAYI ADALAH DIGENDONG.

Sejak bayi baru lahir, kakinya melipat seperti posisi jongkok yang ALAMI.

Ketika bayi diangkat pada kedua ketiak, dengan otomatis lututnya terangkat dan kedua tangannya meregang seperti layaknya ingin menggapai tubuh penggendong untuk berpegangan.

Dengan digendong tegak (kepala di atas, pantat di bawah) dan diposisikan pada dada penggendong, mengikuti posisi alami bayi, inilah yang disebut POSISI OPTIMAL, posisi yang alami sesuai dengan fisiologis bayi.

Bayi baru lahir memiliki lapisan tulang persendian yang masih lunak, disebut tulang rawan / cartilage. Bila kaki bayi dipaksakan posisi lurus, dapat mengganggu perkembangan tulang rawannya. Oleh karena itu, posisi gendong bayi disesuaikan ke alaminya, posisi kaki melipat: jongkok-membuka (istilah dalam bahasa inggris: spread-squat-position).

Pada posisi jongkok-membuka, kepala tulang femur akan masuk tepat pada soket tulang persendian pinggul (pelvic bone) dan memberikan lingkungan yang sehat bagi perkembangan lapisan tulang persendiannya.


MANFAAT BAGI PENGGENDONG

Kita mengenal budaya menggendong sejak jaman dahulu kala. Orang tua membawa bayinya kemanapun mereka berkegiatan, untuk membangun kedekatan dengan bayi dan juga mempermudah proses menyusui kapanpun dimanapun. Kegiatan menggendong dapat menurunkan tingkat stress ibu karena ibu menjadi lebih mengenal kebutuhan bayinya.

Dengan menggunakan gendongan, ibu dapat lebih leluasa melakukan kegiatan kesehariannya, dengan kedua tangannya.


MANFAAT BAGI BAYI

Bayi di dalam gendongan akan lebih tenang dan tidur lebih lama. Dengan digendong posisi tegak, bayi mendapatkan waktu sepanjang periode gendong untuk bersendawa setelah menyusui. Otot-otot dan indera tubuhnya terlatih sepanjang proses digendong.

Untuk bayi prematur direkomendasikan posisi gendong tegak dengan kulit-bertemu-kulit (skin-to-skin) agar pertumbuhan fisiknya lebih cepat naik dan suhu tubuhnya lebih terkontrol. Praktek ini disebut: Perawatan Metode Kanguru / Kangaroo Mother Care.


PANDUAN KEAMANAN DALAM MENGGENDONG

Ada 5 petunjuk keamanan yang perlu diperhatikan dalam menggendong. Singkatan ini berasal dari Britania Raya dalam Bahasa Inggris:

T – Tight:

Gendongan mendekap bayi seperti memeluk dengan erat. Hindari ruang kosong atau kain longgar pada punggung bayi, yang menyebabkan bayi meringkuk dan terganggu jalah nafasnya.

I – In View At All Times:

Wajah bayi selalu terlihat oleh penggendong. Tidak ada kain atau apapun yang menutupi wajah bayi.

C – Close Enough To Kiss:

Kepala bayi mudah dicium oleh penggendong agar posisi gendongnya cukup tinggi dan nyaman.

K – Keep Chin Off The Chest:

Cegah dagu bayi menempel pada dadanya seperti posisi meringkuk karena dapat mengganggu jalan nafas dan berakibat fatal. Pastikan ada celah 1-2 jari antara dagu dan dada bayi.

S – Supported Back:

Gendong bayi dengan posisi tegak, dada dan perutnya menempel pada dada penggendong. Gendongan menopang ke seluruh punggung bayi sesuai bentuk alami punggung bayi. Pastikan tidak ada ruang kosong antara perut bayi dan dada penggendong.

Kain / gendongan menopang seluruh paha dan pantat bayi, dengan posisi kedua lutut bayi seperti jongkok-membuka (lebih dikenal sebutan M-Shape).



  • Berlatihlah di depan cermin dan jangan ragu untuk meminta bantuan seseorang untuk mula-mula. Cari Konsultan Menggendong di sekitar anda bila membutuhkan bantuan.
  • Periksa secara berkala kondisi gendongan agar terhindar dari bahaya robek dan jatuh.
  • Gunakan gendongan untuk kegiatan sehari-hari yang aman. Hindari kegiatan yang ekstrim seperti berlari, naik sepeda, berkendara sepeda motor, dll.

Referensi: